Di hampir semua tahap usia, saya memiliki teman dan sahabat dalam menjalani hidup. Ada sahabat dari TK, SD, SMP, SMA, kuliah dan sahabat-sahabat lain. Semua tergantung pada masa apa yang sedang saya jalani.

Sejauh yang saya ingat, saya menyayangi semua sahabat saya, meskipun mereka semua orang-orang yang berbeda selama masa sekolah. Hingga pada titik tertentu ada ya sampai pada kata “Best Friend”.

Seperti sebuah hubungan persahabatan yang lainnya, hubungan persahabatan tidak selamanya berjalan dengan lancar. Apalagi persahabatan antara perempuan pasti pernah mengalami yang namanya drama kehidupan, kadang plin-plan, judes, menyebalkan. Apalagi perempuan itu mudah meledak emosinya, perempuan kalau marahan pasti perang dingin. Gak mau bicara satu sama lain, diem-diemaan.

Terkadang pernah terfikir tentang pertemanan antara laki-laki, pertemanan mereka jauh lebih sederhana. 

Pertemanan pada dasarnya saling menguntungkan satu sama lain. Bukan menguntungkan dalam konteks materil namun lebih kepada dukungan emosional. Keterikatan yang membuat kita menjalani pahit dan manisnya dunia akan lebih ringan bila ada teman yang bisa diajak berbagi, menemani dalam langkah kita, meski dengan cara yang berbeda-beda.

lilac

“Teman adalah teman, bukan karena apa yang mereka miliki tapi tentang apa yang dapat kita jalani bersama”